Sabtu, 01 Agustus 2009

Mengubah CO2 Menjadi METANOL


Dalam laporan tertulis yang dimuat di International Chemistry Journal Angewandte Chemie, para ilmuwan Singapore Institute of Bioengineering and Nanotechnology (IBN) telah sukses memanfaatkan gas karbondioksida (CO2) untuk diubah menjadi methanol ( CH3OH ) dengan meggunakan organokatalis. “Hasil kerja kami telah berkontribusi dalam penggunaan CO2 yang terdapat di alam untuk diubah menjadi produk yang lebih menjanjikan yaitu methanol” kata Siti Nurhanna Riduan, salah satu staf senior IBN.

Hal yang sangat menarik dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti IBN adalah reaksi perubahan karbondioksida menjadi methanol tidak dilakukan dalam kondisi yang ekstrim, seperti misalnya suhu dan tekanan tinggi serta kondisi lingkungan reaksi yang terkontrol akan tetapi reaksi tersebut dapat dijalankan pada suhu kamar dan tekanan biasa, dan yang lebih menarik lagi katalis yang terlibat dalam reaksi perubahan CO2 menjadi CH3OH relatif murah, stabil, mudah disimpan, dan tidak mengandung logam berat sehingga ramah terhadap lingkungan.

Diharapkan dengan menggunakan teknik yang dilakukan para peneliti IBN nantinya kita akan dapat memanfaatkan karbondioksida yang sangat berlimpah keberadaannya menjadi aternatif sumber energi industri yang murah.

Katalis yang dipergunakan oleh para peneliti IBN disini adalah dari golongan N-heterocyclic carbenes (NHCs).

Yegn Zhang, Ph.D, pemimpin team peneliti IBN menerangkan bahwa karbondiaksida akan bereaksi dengan NHCs membentuk NHCs-CO2 yang teraktifasi, CO2 yang teraktifasi ini akan tereduksi oleh Hidrosilan yang berfungsi sebagai penyedia hydrogen. Kemudian hasil reaksinya dihidrolisis menggunakan air sehingga dihasilkan methanol.
Penelitian kami sebelumnya menunjukan bahwa NHCs dapat dipergunakan lebih banyak lagi misalnya sebagai antioksidan untuk melawan proses degeneratif, dan sekarang kami sukses telah menggunakan NHCs untuk mengubah CO2 menjadi metanol yang membantu untuk mengurangi efek CO2 pada lingungan.

Di IBN kami banyak melakukan inovasi guna menemukan proses reaksi yang menggunakan energi yang bersih dengan bantuan “green chemistry” dan nanoteknologi, untuk menghadapi polusi lingkungan, pemanasan global, dan meningkatkan penggunaaan energi yang tidak berbasis bahan bakar fosil, kami berharap dapat menyediakan energi alternatif untuk industri kata direktur eksekutif IBN Jackie Y. Ying, Ph.D

Referensi:
Diterjemahkan dan diceritakan ulang dari ScienceDaily.com

ANTIOKSIDAN


Antioksidan, ya Antioksidan! Beberapa diantara Anda mungkin sudah mengenal dengan baik apa itu sebenarya antioksidan. Seberapa tahukah Anda tentang Antioksidan? Banyak, sedang, atau malah sedikit? Nah artikel ini akan membantu Anda untuk jauh lebih mengenali tentang apa, cara kerja, manfaat, dan jenis dari Antioksidan.

Apa itu Antioksidan?
Antioksidan dapat didefinisikan sebagai suatu zat yang dapat menghambat / memperlambat proses oksidasi. Oksidasi adalah jenis reaksi kimia yang melibatkan pengikatan oksigen, pelepasan hydrogen, atau pelepasan elektron. Proses oksidasi adalah peristiwa alami yang terjadi di alam dan dapat terjadi dimana-mana tak terkecuali di dalam tubuh kita.

Manfaat Antioksidan
Berubahnya minyak menjadi tengik dan berubahnya warna coklat pada apel setelah dikupas adalah contoh proses oksidasi. Kedua hal tersebut dapat dicegah dengan pemberian antioksidan. Pencoklatan pada apel setelah dikupas atau pada just apel terjadi karena senyawa polifenol teroksidasi, bentuk polifenol teroksidasi ini nantinya dapat bergabung satu sama lain membentuk senyawa makromolekul berwarna coklat, dimana senyawa makromolekul ini nantinya bisa membuat jus apel menjadi keruh. Hal ini tentu saja tidak diinginkan di industri sebab akan mengurangi nilai estetika sebuah produk. Uraian diatas adalah contoh manfaat antioksidan bagi industri.

Lalu apa manfaat antioksidan bagi tubuh kita? Tubuh kita terdiri dari triliunan sel. Disetiap sel terjadi reaksi metabolisme yang sangat kompleks. Diantara reaksi metabolisme tersebut melibatkan oksigen, seperti yang kita ketahui oksigen adalah unsur yang sangat reaktif. Keterlibatan oksigen dalam reaksi metabolisme di dalam sel dapat menghasilkan apa yang disebut sebagai “reaktif spesies oksigen” seperti H2O2, radikal bebas hydroksil (·OH), dan anion superoksida ( O2-).

Molekul-molekul ini memang diperlukan tubuh misalnya untuk menjalankan sistem metabolisme dan memberi signal pada sistem syaraf akan tetapi apabila jumlahnya berlebihan seperti pengaruh gaya hidup (merokok, stress, konsumsi obat, polusi lingkungan, pengaruh zat kimia tertentu pada tubuh, radiasi, dll) maka dapat merusak sel dengan cara memulai reaksi berantai lipid, mengoksidasi DNA dan protein. Oksidasi DNA berakibat adanya mutasi dan timbulnya kanker sedangkan oksidasi protein mengakibatkan nonaktifnya enzim yang dapat menghambat proses metabolisme. Disinilah pentinganya kita engkonsumsi antioksidan.

Cara Kerja Antioksidan
Jika di suatu tempat terjadi reaksi oksidasi dimana reaksi tersebut menghasilkan hasil samping berupa radikal bebas (·OH) maka tanpa adanya kehadiran antioksidan radikal bebas ini akan menyerang molekul-molekul lain disekitarnya. Hasil reaksi ini akan dapat menghasilkan radikal bebas yang lain yang siap menyerang molekul yang lainnya lagi. Akhirnya akan terbentuk reaksi berantai yang sangat membahayakan.

Berbeda halnya bila terdapat antioksidan. Radikal bebas akan segera bereaksi dengan antioksidan membentuk molekul yang stabil dan tidak berbahaya. Reaksi pun berhenti sampai disini.

Tanpa adanya antioksidan

Reaktan -> Produk + ·OH

  • OH + (DNA,protein, lipid) -> Produk + Radikal bebas yang lain

Radikal bebas yang lain akan memulai reaksi yang sama dengan molekul yang ada diekitarnya.

Dengan adanya antioksidan

Reaktan -> Produk + ·OH

  • OH + antioksidan -> Produk yang stabil

Mengapa antioksidan cenderung bereaksi dengan radikal bebas terlebih dahulu dibandingkan dengan molekul yang lain? Antioksidan bersifat sangat mudah teroksidasi atau bersifat reduktor kuat disbanding dengan molekul yang lain. Jadi keefektifan antioksidan bergantung dari seberapa kuat daya oksidasinya dibanding dengan molekul yang lain. Semakin mudah teroksidasi maka semakin efektif antioksidan tersebut.

Jenis Antioksidan
Antioksidan dibagi dalam dua golongan besar yaitu yang larut dalam air dan larut dalam lemak. Setiap golongan dibagi lagi dalam grup yang lebih kecil. Sebagai contoh adalah antioksidan dari golongan vitamin, yang paling terkenal adalah Vitamin C dan Vitamin E. Vitamin C banyak kita peroleh pada buah-buahan sedangkan vitamin E banyak diperoleh dari minyak nabati.

Antioksidan dari golongan Enzim seperti golongan enzim Superoksida Dismutse (SODs), Katalase, dan Peroksidase. Antioksidan golongan Karotenoid seperti likopen dan Karoten yang banyak terdapat pada buah dan sayuran.

Golongan antioksidan lain yang terkenal adalah antioksidan dari senyawa polifenol dan yang paling banyak diteliti adalah dari golongan flavonoid yang terdiri dari flavonols, flavones, catechins, flavanones, anthocyanidins, dan isoflavonoids. Sumber senyawa polifenol adalah dari teh, kopi, buah-buahan, minyak zaitun, cinnamon, dan sebagainya.

Contohnya yang terkenal adalah Resveratrol yang ditemukan pada buah anggur, Epigalokatekingalat adalah contoh senyawa polifenol yang terdapat pada teh hijau, theaflavin pada teh hitam dan sebaginya.

Jadi antara satu makanan dengan yang lain tidak akan bisa kita simpulkan mana yang paling banyak mengandung antioksidan yang sangat potensial, sebab mungkin saja diantara kedua makanan tersebut mengandung jenis antioksidan yang berbeda. Lalu mana antioksidan yang terbaik? Saya rasa perpaduan diantara antioksidan adalah yang terbaik sebab memberikan efek sinergi jadi sebaiknya kita mengkonsumsi aneka buah dan sayuran.

Referensi:
Ditulis dari berbagai sumber. Sumber foto dari www.sxc.hu

KIMIA Kembang Api

Pernahkah kamu melihat pertunjukan kembang api? Siapa sih yang tidak suka melihat pertunjukkan kembang api yang penuh dengan kemilau warna-warni cahaya dengan berbagai bentuk? Indahnya….:-)

Dalam hati kamu pasti sempat bertanya, bagaimana sih cara kerja dan cara membuat kembang api itu? Kembang api berada dalam golongan “Low Explosive” yang dipergunakan untuk tujuan hiburan. Kembang api diyakini berasal dari China pada abad ke 12 sebagai hasil samping penemuan bubuk hitam (gundpowder) dan pada saat itu dipakai untuk mengusir roh jahat dan mengisi perayaan tahun baru China dan festival bulan.

Kembang api umumnya terbuat dari kertas atau tanah liat berbentuk silinder atau bola. Kembang api berbentuk silinder didalamya kemungkinan terdapat silinder-silinder kertas lagi, dan disusun sedemikian rupa sehingga apabila kembang api tersebut disulut maka akan diperoleh bentuk, warna, dan suara yang diinginkan

kembangapi-1

Komposisi Kembang Api

Terdapat 5 komposisi utama kembang api yaitu: Binder, Oksidator, Reduktor, Agen Pemberi Warna, dan Regulator. Fungsi masing-masing dijelaskan sebagai berikut:

Binder
Binder berfungsi untuk agen pengikat sehingga seluruh bahan pembuat kembang api dapat dijadikan campuran berbentuk pasta. Binder yang sering dipergunakan adalah dextrin.

Regulator
Logam biasanya ditambahkan untuk mengatur kecepatan terjadinya reaksi pada kembang api. Semakin besar luas permukaan logam maka semakin cepat reaksi akan berlangsung.

Fuel
Karbon atau thermit umumnya dipakai sebagai fuel pada kembang api. Fuel akan melepaskan elektron pada oksidator. Menyebabkan oksidator tereduksi, selama proses ini berlangsung maka akan terjadi ikatan antara fuel dan oksigen membentuk produk yang lebih stabil, peristiwa pembakaran ini hanya memerlukan sedikit energi agar reaksinya berlangsung, dan ketika proses pembakaran dimulai maka akan dihasilkan energi yang cukup banyak untuk melelehkan dan menguapkan material lain sehingga terjadi percikan api yang menyebabkan terbentuknya cahaya kembang api.

Oksidator
Oksidator diperlukan sebagai penghasil oksigen untuk memulai proses pembakaran. Bahan oksidator yang dipakai biasanya dari golongan nitrat, klorat, ataupun perklorat. Awalnya nitrat dipakai sebagai bahan oksidator dan senyawa yang sering dipakai adalah kalium nitrat. Penguraian kalium nitrat adalah sebagai berikut:

2 KNO3 -> K2O + N2 + 2.5 O2

Tidak semua oksigen dari KNO3 diubah menjadi oksigen, dan reaksi berjalan tidak begitu ekstrim sehingga mudah di control. Hal ini menyebabkan nitrat dipakai sebagai reaksi awal penyulutan kembang api agar kembang api sampai di angkasa.

Untuk mendapatkan reaksi yang ekstrim (dalam arti kecepatan dan menghasilkan panas yang cukup) maka diperlukan oksidator yang lebih kuat dibandingkan nitrat. Ingat agar kembang api dapat menghasilkan kilatan cahaya maka kita harus membuat ion logam agen pemberi warna tereksitasi untuk itulah diperlukan suhu yang tinggi.

Klorat merupakan oksidator yang lebih baik dibandingkan dengan nirat, reaksi yang terjadi sangat ekplosif dan menghasilkan suhu yang tinggi selain itu semua oksigen dalam klorat dapat diubah menjadi oksigen. Memberikan oksigen dengan jumlah yang cukup untuk proses pembakaran pada kembang api.

2 KClO3 -> 2KCl + 3 O2

Sayangnya klorat tidak stabil dan diperlukan penanganan khusus dalam proses pembuatan kembang api, beberapa senyawa klorat dapat meledak ketika dijatuhkan ke tanah. Oleh sebab itu penggunaan klorat digantikan oleh perklorat. Perklorat sekarang banyak dipakai pada industri kembag apai karena stabil dan bereaksi sama ekstrimnya dengan klorat.

KClO4 -> KCl + 2O2

Reduktor
Reduktor bereaksi dengan oksigen yang dihasilkan oleh oksidator membentuk gas yang bertemperatur tinggi dan mengembang dengan cepat. Reduktor yang dipakai biasanya adalah belerang dan karbon.

S + O2 -> SO2

C + O2 -> CO2

kembangapi2
Agen Pemberi Warna

Warna kembang api dihasilkan dari pemanasan senyawa logam tertentu. Atom logam menyerap energi yang dihasilkan dari reaksi oksidator dan reduktor diatas dan kemudian dia melepaskan energi itu kembali dalam bentuk cahaya dengan warna tertentu.

Energi yang diserap menyebabkan electron logam melompat dari tingkat energi standarnya ke tingkat energi yang lebih tinggi, dinamakan dengan istilah tereksitasi kemudian electron terebut kembali ke tingkat energi semula dengan membebaskan energi cahaya dengan panjang gelombang tertentu.

Ion logam yang dipakai untuk memberi warna pada kembang api diantaranya adalah:

Merah:
Garam stronsium atau garam lithium. Contohnya adalah litium karbonat Li2CO3 yang memberikan warna merah dan Stronsium karbonat yang memberikan warna merah cerah.

Oranye
Garam kalsium contohnya kalsium klorida CaCl2

Kuning
Garam natrium contohnya natrium lorida NaCl.

Hijau
Garam barium atau senyawa yang dapat menghasilkan gas Cl2. Contoh garam bariumnya adalah BaCl2.

Biru
Senyawaan tembaga contohnya tembaga(I) klorida CuCl.

Ungu
Campuran antara garam stronsium dan garam tembaga. Karena stronsium memberikan warna merah dan tembaga memberikan warna biru maka campuran kedua garam ini akan menghasilkan warna ungu.

Putih/Silver
Logam magnesium, titanium, ataupun aluminium.

Mengapa kita selalu melihat percikan kembang api terlebih dahulu kemudian baru suara ledakkannya?

Hal ini terjadi dikarenakan kecepatan cahaya lebih cepat satu juta kali dibandingkan dengan kecepatan suara. Jika kamu melihat kembang api yang jaraknya sekitar 1 kilometer dari tanah tempatmu berdiri maka diperlukan sekitar 3 detik untuk mendengar suara ledakan kembang api setelah kamu melihat percikan cahaya kembang api tersebut.

Referensi:

http://en.wikipedia.org/wiki/Fireworks

http://scifun.chem.wisc.edu/CHEMWEEK/fireworks/fireworks.htm

http://www.ch.ic.ac.uk/local/projects/gondhia/composition.html

http://www.pyrouniverse.com/consumer/howtheywork.htm

Sabtu, 07 Februari 2009

MAKROMOLEKUL

Diposting dari http://pkukmweb.ukm.my

Biologi Molekul, Sel, Molekul, Ikatan Kimia

BIOLOGI MOLEKUL
  • Definisi: Kajian pada peringkat molekul mengenai asas kehidupan
  • Kajian dari segi biokimia molekul-molekul seperti DNA, RNA, protein serta struktur molekul dan fungsi berbagai bahagian sel hidup
  • Pengetahuan dalam Biologi Molekul membolehkan manipulasi dilakukan- contoh: bioteknologi
  • Kepentingan: CGAT, BioValley, Projek Genom Manusia

SEL

Sel hidup terdiri daripada molekul kecil dan makromolekul yang terbentuk daripada 4 elemen asas iaitu:
C (karbon)
H (hidrogen)
O (oksigen)
N (nitrogen)
P (fosforus) dan lain-lain

IKATAN KIMIA

  • Ikatan lemah (bukan kovalen): ikatan Hidrogen, ikatan Van der Waals, tarikan hidrofobik, ikatan ionik (keadaan berair)
  • Ikatan kuat : ikatan kovalen, ikatan ionik (keadaan tanpa air), ikatan peptida


  • Ikatan bukan kovalen (lemah)

ikatan Hidrogen-contoh air (H2O)

  • Ikatan bukan kovalen (lemah)

-ikatan Van der Waals: ikatan yang berlaku akibat kedudukan kumpulan kimia yang berdekatan

  • Ikatan bukan kovalen (lemah)
tarikan hidrofobik: mengakibatkan kumpulan bukan polar seperti rantai hidrokarbon bertarikan antara satu sama lain dalam keadaan akuas
  • Ikatan Kovalen (kuat)

Prinsip: Perkongsian elektron


  • Ikatan Ionik (kuat dalam keadaan tanpa air)


MOLEKUL KECIL

  • Sel menggunakan 4 bentuk molekul kecil:
- gula (molekul makanan sel/tenaga)
- asid lemak (komponen membran sel/ simpanan tenaga)
- asid amino (protein struktur dan enzim)
- nukleotida (subunit asid nukleik)


MAKROMOLEKUL

Kelas-kelas makromolekul
1) Polisakarida, glikogen, oligosakarida
2) Fosfolipid, trigliserid, steroid
3) Protein: polipeptida
4) Asid nukleik: DNA dan RNA

ASID NUKLEIK


* DNA-ASID DEOKSIRIBONUKLEIK
* RNA-ASID RIBONUKLEIK
* MENGANDUNGI 3 KOMPONEN ASAS:

-BES (PURIN DAN PIRIMIDIN)
-FOSFAT
-GULA : {BETA-D-RIBOSA (RNA) ATAU
* BETA -D-DEOKSIRIBOSA (DNA) PENAMAAN

NUKLEOSIDA = BES + GULA
NUKLEOTIDA = BES + GULA + FOSFAT

BES NUKLEOSIDA SINGKATAN
ADENIN ADENOSIN A
GUANIN GUANOSIN G
SITOSIN SITIDIN C
URASIL URIDIN U
TIMIN TIMIDIN T


FUNGSI NUKLEOTIDA

* simpanan maklumat,
* membawa tenaga kimia-ATP,
* membentuk koenzim dengan kumpulan lain-koenzim A, molekul pengisyarat spesik-cAMP)


ASID NUKLEIK-BES


ASID NUKLEIK- IKATAN KIMIA

  • Fosfat bersambung pada hidroksil C5 gula ribosa atau deoksiribosa (AMP, ADP, ATP)-menyumbang kepada kenegatifan cas pada nukleotida (ikatan kovalen)
  • Gula dan bes disambung oleh ikatan N-glikosidik (C dan N)
  • Dua nukleosid disambung oleh ikatan fosfodiester pada 5’C dan 3’ C pada gula
  • Ikatan H menyambung antara 2 nukleotida (pada bes)
  • Tarikan hidrofobik (teras hidrofobik) akan terhasil antara pasangan-pasangan bes yang saling berturutan. Ini menghasilkan sebatian yang tidak polar (tiada kumpulan bercas). Ini menyebabkan DNA sangat tidak larut dan sifat ini penting dalam proses penulenannya.


IKATAN ANTARA NUKLEOTIDA



IKATAN ANTARA BES







RANTAI DNA




RANTAI GANDADUA DNA


RANTAI DNA VS RANTAI RNA


RANTAI DNA RANTAI RNA
GULA DEOKSIRIBOSA RIBOSA
BES A, G, C, T A, G, C, U


PROTEIN

  • Molekul asas adalah asid amino



R MERUPAKAN SALAH SATU DARIPADA 20 RANTAI
SISI YANG BERBEZA. PADA PH 7, KEDUA-DUA
KUMPULAN AMINO DAN KARBOKSIL AKAN TERION

  • 20 ASID AMINO


  • KELAS-KELAS ASID AMINO

  1. NEUTRAL & HIDROFOBIK-ALA, VAL, LEU, ILE, PRO, TRP, PHE, MET
  2. NEUTRAL DAN POLAR-GLY, SER, THR, TYR, CYS, ASN, GLN
  3. BERASID- ASP, GLU
  4. BERBES-LYS, ARG, HIS

  • KOD GENETIK










KONFORMASI PROTEIN
PROTEIN BERUPAYA MELIPAT KEPADA KONFORMASI 3 DIMENSI. KONFORMASI INI BOLEH DITERANGKAN MENGIKUT BEBERAPA TAHAP STRUKTUR:

  • STRUKTUR PRIMER
  • STRUKTUR SEKUNDER
  • STRUKTUR TERTIER
  • STRUKTUR MULTIMER

STRUKTUR PRIMER

  • SATU SIRI ASID AMINO YANG TERIKAT SECARA LINEAR; SIRI AA DIKODKAN OLEH BAHAN GENETIK
  • IKATAN ANTARA 2 ASID AMINO (5 hingga 4000 aa) YANG BERSAMBUNG OLEH AMIDA (IKATAN PEPTIDA)



STRUKTUR SEKUNDER

  • STRUKTUR PRIMER MELIPAT KEPADA STRUKTUR SEKUNDER BAGI MEMBENTUK STRUKTUR YANG SEOLAH-OLAH MEMPUNYAI TULANG BELAKANG
  • BERLAKU IKATAN ANTARA ASID AMINO-ASID AMINO SECARA SEMULAJADI ATAU DENGAN BERBANTUKAN PROTEIN LAIN
  • HELIKS-ALFA DAN HELAIAN-BETA MERUPAKAN KOMPONEN STRUKTUR SEKUNDER INI


HELIKS-ALFA

  • HELIKS-ALFA DISTABILKAN OLEH IKATAN HIDROGEN YANG TERBENTUK ANTARA KUMPULAN C=O PADA SATU IKATAN PEPTIDA DENGAN KUMPULAH NH PADA SATU LAGI IKATAN PEPTIDA YANG TERLETAK 4 RESIDU JAUHNYA PADA RANTAIAN POLIPEPTIDA TERSEBUT
  • SEGMEN HELIKS-ALFA SELALUNYA PENDEK
  • BOLEH MENGIKAT ASID AMINO

HELAIAN-BETA

  • HELAIAN-? DISTABILKAN OLEH IKATAN HIDROGEN ANTARA ASID AMINO YANG BERADA PADA RANTAI POLIPEPTIDA BERBEZA ATAU RANTAI POLIPEPTIDA YANG SAMA TETAPI BERADA DALAM ARAH BERTENTANGAN
  • MELIBATKAN IKATAN HIDROGEN KUMPULAN C=O PADA SATU IKATAN PEPTIDA DAN NH IKATAN PEPTIDA LAIN
  • AKAN TERBENTUK BILA ADA RESIDU GLISIN DAN ALANIN

STRUKTUR TERTIER

  • ORGANISASI 3 DIMENSI SEMUA ATOM DALAM RANTAI POLIPEPTIDA TERMASUK KUMPULAN R DAN TULANG BELAKANG POLIPEPTIDA
  • TAHAP INI MERUPAKAN STRUKTUR LENGKAP BAGI PROTEIN YANG MEMPUNYAI SATU RANTAI POLIPEPTIDA

STRUKTUR MULTIMER

  • TAHAP PELIPATAN PALING TINGGI YANG MENGHASILKAN PROTEIN MULTIMER YANG MENGANDUNGI AGREGAT BEBERAPA RANTAI POLIPEPTIDA
  • JUGA DISEBUT STRUKTUR KUARTENARI
  • RANTAI POLIPEPTIDA YANG MEMBENTUK PROTEIN MULTIMERIK DISEBUT SEBAGAI PROTEIN SUBUNIT


IKATAN KIMIA PADA PROTEIN

  • IKATAN KOVALEN-JAMBATAN DISULFIDA ANTARA 2 RESIDU SISTEIN BAGI MEMBENTUK SISTIN
  • (STRUKTUR SEKUNDER)
  • IKATAN BUKAN KOVALEN:
* -IKATAN IONIK
* -IKATAN HIDROGEN
* -TARIKAN HIDROFOBIK
* -IKATAN VAN DER WAALS


RUPABENTUK PROTEIN


Senin, 02 Februari 2009

DAUN KELOR :Si Kecil yang Besar Manfaatnya

Dunia tak selebar daun kelor, seringkali kita mendengar pepatah yang satu ini. Maksudnya adalah bahwa dunia ini amatlah sempit, bahkan tak cukup lebih besar daripada daun kelor yang luasnya kira-kira hanya seluas kuku orang dewasa saja. Daun kelor memanglah kecil, namun dalam satu tangkai biasanya daunnya berkelompok dan terlihat rimbun. Daun ini sudah lama dikenal nenek moyang kita. Orang Madura menyebutnya sebagai Maronggih, Di daerah Sunda dan Melayu ia disebut kelor, di Aceh ia disebut murong, orang Ternate mengenalnya sebagai kelo, di Sumba ia disebut kawona, sedangkan di ranah Minang ia dikenal dengan nama munggai.

Tumbuhan kelor ini berasa agak pahit, bersifat netral dan tentu saja tak beracun. Kulit akarnya mengandung minyak terbang. Biji tumbuhan kelor mengandung minyak ‘behen’, dan terdapat myrosine, emulsine,alkaloida pahit tak beracun, serta vitamin A,B1,B2 dan C pada sel-sel tertentu. Efek farmakologis yang dimiliki oleh kelor adalah anti-inflamasi, anti-piretik dan antiskorbut.

Daun Kelor pada umumnya dimanfaatkan sebagai sayuran. Di daerah asal saya Madura, ia biasa digunakan sebagai sayur berkuah sebagai teman makan siang. Saya suka sekali makan ditemani sayur yang saya kenal dengan nama Ghangan Maronggih (Sayur Kelor) ini, sebab selalu membangkitkan memori masa kecil dan tanah kelahiran saya. Namun Selain dimanfaatkan untuk sayuran, akar, daun serta bijinya juga dapat dimanfaatkan untuk mengobati beberapa penyakit.

1. Kurap (herpes) dan luka bernanah

Tumbuklah daun kelor dengan kapur, lalu balurkan hasil tumbukan tadi pada luka/kurap.

2. Kurang nafsu makan, epilepsi, histeri, sariawan, sulit buang air kecil, badan lemah, sakit kuning, rematik serta pegal linu.

Rebus akar kelor sebanyak 1 jari dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas, lalu saring. Minum air rebusan dua kali sehari masing-masing ½ gelas.

3. Beri-beri dan udim

Giling akar kelor, akar pepaya, dan kulit lawang atau cengkih masing-masing 1 jari. Tambahkan air, peras, dan saring. Bagi air saringan menjadi 2 bagian yang sama. Minum air hasil saringan sebanyak 2 kali sehari.

4. Biduran dan alergi

Rebus 3 tangkai daun kelor, 1 siung bawang merah, serta adas dan pulasari secukupnya dalam 3 gelas air sampai tersisa 2 gelas. Saring lalu minm air rebusan dua kali sehari masing-masing satu gelas.

5. Rabun ayam

Tumbuk 3 tangkai daun kelor sampai halus, lalu seduh dengan 1 cangkir air masak dan saring. Tambahkan madu secukupnya pada air hasil saringan tadi, lalu adu k sampai merata. Minum sebelum tidur.

Sumber : http://sehelaidaun.co.cc

Kiat SUKSES Belajar KIMIA

Diposting dari www.chem-is-try.org

Kiat Sukses Belajar Kimia
Sumber: Kompas, 21 September 2001

KIMIA itu sukar?
Sering terdengar banyak keluhan bahwa belajar kimia sangat sukar. Di antara beberapa keluhan adalah: Saya tidak cukup cerdas untuk belajar kimia, saya tidak dapat mengikuti jalan pikir kimiawan, saya takut gagal di mata pelajaran kimia, ingatan saya tidak cukup kuat untuk mengingat rumus dan fakta kimia.Yang harus pertama sekali diubah justru pandangan-pandangan keliru tentang Anda sendiri tadi. Pertama sekali Anda harus percaya bahwa Anda mampu untuk belajar kimia. Anda yakin bahwa kalau belajar dengan baik Anda akan sukses. Jadi pada dasarnya belajar kimia tidak berbeda dengan Anda belajar pelajaran lain ataupun Anda belajar naik sepeda.

Yang sangat diperlukan adalah tekad dan keyakinan kuat kalau Anda bekerja dengan baik Anda akan sukses.

Setelah tekad dan keyakinan ada, barulah Anda perlu tahu beberapa kiat untuk mendapatkan keterampilan kimia. Perlu diingat sama dengan Anda belajar sepeda, keterampilan itu akan Anda dapat kalau Anda berlatih, tidak cukup dengan membaca teori bersepeda tanpa pernah mempraktikkan.

Berikut beberapa pendekatan yang telah terbukti membantu banyak orang untuk belajar kimia.

Ciptakan gambaran nyata apa yang Anda pelajari
Kebanyakan hal yang dipelajari dalam kimia adalah hal yang abstrak. Atom, molekul, ikatan kimia, elektron adalah barang-barang yang tidak dapat secara langsung dilihat dan dirasakan. Sebuah gambar akan membantu Anda untuk mengingat dan mengerti dengan baik konsep penting. Atom misalnya dapat Anda bayangkan sebagai sebuah bola, dan setiap unsur memiliki bola yang berbeda berat dan warna misalnya.

Cobalah untuk mengaitkan apa yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari
Semua bahan yang ada di alam ini adalah bahan kimia. Udara, pohon, batuan, plastik, kosmetik, dan seterusnya. Masalahnya adalah bahan-bahan tersebut biasanya bukan bahan yang murni, tetapi berupa campuran yang rumit. Untuk membuat mudah dimengerti, diajarkan kimia dari bahan yang murni atau campuran paling dua bahan. Memang sering akan dijumpai kelakuan bahan murni jauh berbeda dengan kelakuan campuran bahan. Nah, dengan selalu mencoba untuk mengaitkan apa yang dipelajari dengan apa yang ada dalam keseharian akan membuat apa yang dipelajari menjadi lebih bermakna.

Sebagai contoh, dalam keseharian kita sering membuat minuman sirup, dengan menambahkan segelas air pada dua-tiga sendok makan sirup. Bila yang kita lakukan terbaik, kita tambahkan dua-tiga sendok makan air ke dalam satu gelas sirup, tentu tidak akan enak diminum karena sirupnya terlalu kental. Di sini kita mendapat pengalaman tentang pengertian konsentrasi larutan.

Hubungkan gambaran makro dengan gambaran mikro
Garam dapur dalam bahasa kimia dapat berarti padatan putih yang juga kita gunakan untuk mamasak atau bahan yang tersusun atas ion Na+ dan Cl-. Gambaran pertama adalah gambaran makro, yang kedua adalah gambaran mikro. Gambaran mikro adalah yang tidak pernah kita saksikan secara langsung, yang Anda harus hadirkan dalam bayangan. Gambaran makro adalah kumpulan dari bertrilyun-trilyun atom atau ion sehingga dapat kita lihat, sentuh dan rasakan. Karena kimia berbicara dengan kedua bahasa, tugas Anda adalah mempelajari bahan dan sifatnya dari kedua pandangan itu.

Gambaran mikro sering digunakan untuk merasionalisasi apa yang terjadi pada skala makro. Kita misalnya merasionalisasi sifat getas dari kristal ionik karena pada krisal ionik tersusun ion yang berlawanan muatan berdampingan. Bila dikenai tekanan, maka ion yang sama muatannya mungkin akan berdampingan, yang berakibat terjadi tolak-menolak sehingga mudah pecah.

Belajar dengan rutin dan segera perbaiki kesalahan
Yang juga unik dari pelajaran kimia adalah banyak sekali konsep yang dibangun secara bertahap, satu konsep mendasari konsep berikutnya; konsep yang berikutnya lagi dapat dimengerti kalau dua konsep terdahulu sudah dimengerti dengan baik, dan seterusnya. Konsep-konsep berikutnya sering dimunculkan dengan kecepatan yang lebih tinggi dari konsep sebelumnya. Nah, dengan keadaan seperti ini nasihat yang sudah sering Anda dengar menjadi penting: Belajarlah secara rutin.

Ini juga merupakan kunci dari belajar apa saja, kalau kembali ke contoh belajar sepeda. Kalau sebelum Anda belum menguasai bersepeda, Anda hanya belajar satu hari dalam setiap bulannya, dapat dibayangkan kapan Anda baru akan menguasai.

Belajar secara rutin juga memungkinkan Anda untuk segera tahu masalah atau kesalahan yang Anda buat dan dengan cepat pula Anda dapat mencari penyelesaiannya. Penting sekali Anda pelajari kesalahan Anda dan segera mencari penyelesaian yang tepat, sebab kalau tidak Anda akan mengulang kesalahan yang sama.

Gunakan cara yang berbeda untuk hal yang berbeda
Kimia bukan hanya hitung-menghitung, walaupun kemampuan itu merupakan komponen penting dalam kimia. Kimia juga berisi beberapa fakta yang harus diingat, kosakata khusus yang harus dipelajari, hukum-hukum yang mengaitkan satu ide dengan ide lain yang harus dimengerti. Mempelajari fakta tentu lain caranya dengan mempelajari teknik berhitung, lain lagi dengan mempelajari hukum.

Untuk mengigat fakta dengan lebih baik, sering Anda diberi contoh untuk membuat apa yang disebut jembatan keledai. Misalnya unsur-unsur golongan alakali Anda ingat dengan: Hajah Lina Naik Kuda Rebutan Cowok sampai Frustasi. Cara yang lain misalnya dengan menuliskan, dengan membuat kartu dan bermain dengan kartu itu dan sebagainya.

Untuk mempelajari konsep dengan baik Anda harus belajar dengan aktif. Maksudnya Anda harus mencatat dengan baik konsep yang Anda pelajari, perhatikan benar-benar kata-kata kunci dalam pengertian konsep tersebut, cari contoh-contoh tambahan untuk konsep itu, hubungkan dengan konsep yang telah dipelajari sebelumnya.

Selain itu, Anda juga harus sensitif dengan bahasa kimia. Sering oksigen itu berarti O2 maupun O. Misalnya dalam kalimat oksigen adalah komponen penting dalam atmosfer, yang dimaksud adalah O2. Sedang dalam kalimat hitung kadar oksigen dalam mineral apatit, maka yang dimaksud adalah O. Nah, kensensitifan itu Anda akan peroleh jika Anda belajar secara kontinu, sama dengan kesensitifan kaki Anda mengenali bentuk pedal sepeda tumbuh dengan seringnya Anda belajar naik sepeda.

Untuk mempermudah mempelajari hukum-hukum dalam kimia Anda dapat menggunakan teknik: pelajari dengan baik fakta dan konsep yang mendasari, gunakan kata-kata Anda sendiri untuk mengungkapkan lagi hukum tersebut, tentukan keberlakuan hukum tersebut, dan tentukan pula apa yang dapat dicapai dengan hukum tersebut.

Sebagai contoh hukum gas ideal pV = nRT, tanyakan apa gas ideal itu? Kemudian perhatikan hukum itu hanya berlaku untuk gas ideal, gas nyata tidak akan mengikuti persamaan itu, dan Anda pun harus dapat sampai menghayati bahwa dengan hukum ini Anda dapat menghitung salah satu dari p, V, n atau T bila tiga yang lain diketahui.

Yang harus diingat, hukum (rangkuman keteraturan) sering mempunyai kekecualian, Anda harus ingat dengan baik kekecualian ini: misalnya, semua senyawa sulfida tidak melarut, kecuali (NH4)2S.

Demikian beberapa tips, ingat sekali lagi, tips ini hanya akan bermanfaat kalau Anda menggunakannya dalam belajar dengan kontinu.

(Oleh Ismundar, PhD, Dosen Kimia ITB)

Rabu, 28 Januari 2009

KIMIA dalam KEHIDUPAN KITA

Berselancarlah ke chemistry for life dan pelajarilah tentang sains sehari-hari yang syarat kejutan. Situs ini untuk mempelajari lebih banyak tentang dunia kimia yang sangat menarik.

Disini Anda dapat melakukan percobaan-percobaan kimia secara online, menonton film-film menarik yang berhubungan dengan tema kimia secara umum, dan Anda juga dapat memperoleh informasi-informasi kimia dalam kehidupan sehari-hari...... yang dapat memuaskan kehausan pengetahuan Anda.

Selamat mencoba!!!


Selasa, 13 Januari 2009

KISI-KISI, SKL UJIAN NASIONAL 2009, & PREDIKSI SOAL UN 2009

Berikut kisi-kisi UN dan UASBN 2009, smoga bermanfaat. Silahkan klik link di bawah ini.

Kisi-Kisi UN SMA 2009

Kisi-Kisi UN SMP, SMK, dan SMALB 2009

Kisi-Kisi UASBN 2009

Berdasarkan kesepakatan bersama (BSNP, DEPDIKNAS, dan DEPAG) diputuskan jadwal ujian nasional sebagai berikut:

  • SMA/MA ( 20 s/d 24 April 2009)
  • SMK/SMALB (20 s/d 22 April 2009)
  • SMP/MTs ( 27 s/d 30 April 2009)
  • SD/MI (11 s/d 13 Mei 2009)

Prediksi UN SMA 2009
  1. Soal Prediksi Matematika UN SMA IPA 2009. Klik disini.
  2. Soal Prediksi Matematika UN SMA IPS 2009. Klik disini.
  3. Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN SMA IPA 2009. Klik disini.
  4. Soal Prediksi Bahasa Indonesia UN SMA IPS 2009. Klik disini.
  5. Soal Prediksi Bahasa Inggeris UN SMA IPA 2009. Klik disini.
  6. Soal Prediksi Bahasa Inggeris UN SMA IPS 2009. Klik disini.
  7. Soal Prediksi Biologi UN SMA 2009. Klik disini.
  8. Soal Prediksi Fisika UN SMA 2009. Klik disini.
  9. Soal Prediksi Kimia UN SMA 2009. Klik disini.
  10. Soal Prediksi Geografi UN SMA 2009. Klik disini.
  11. Soal Prediksi Sosiologi UN SMA 2009. Klik disini.